Jumat, 13 Maret 2009

Tidak asal boikot

Sahabat / kekejian demi kekejian Zionis Israel laknatullah semakin menyayat hati nurani manusia/ terlebih umat muslim di Indonesia// Lebih dari 500 orang penduduk Gaza syahid menuju keharibaan Allah dan 2ribu orang lainnya terluka// Berdasarkan informasi terbaru dari beberapa rumah sakit di jalur Gaza/ Israel kembali mengunakan senjata kimia terlarang/ yakni uranium// Bukti tersebut nampak dari hasil otopsi terhadap korban meninggal dan pada bekas luka pada korban yang selamat// Sungguh sebuah kekejian diluar batas kemanusiaan/ setelah sebelumnya Israel juga menggunakan gas pelumpuh saraf pada aksi brulalnya kepada rakyat Palestina beberapa waktu lalu//

Aksi solidaritas semarak terjadi di seluruh belahan dunia/ terutama di negeri Indoensia yang merupakan/ negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia// Bahkan salah satu partai politik Islam melakukan aksi kecaman dan pengumpulan bantuan dengan melibatkan ratusan ribu masanya// Tidak cukup dengan aksi masa dan penggalangan dana/ beberapa lembaga sosial kemasyarakatan membuka pendaftaran mujahidin ke Gaza Palestina// Namun ada sebuah fenomena yang menarik/ seperti balon yang kembang kempis/ yakni aksi boikot terhdap produk zionis Israel//

Sahabat / Ketua Persatuan Ulama Intenasional –Yusuf Qardhawi menyatakan/ setiap uang yang dibelanjakan untuk membeli produk Israel dans ekutunya/ sama dengan satu peluru yang akan merobek tubuh warga Palestina// Dan Pengasuh Pondok Pesantren Asshidiqiyah Jakarta – Noer Muhammad Iskandar menambahkan/ boikot harus dilakukan secara serentak/ tidak hanya umat muslim/ tetapi seluruh umat manusia yang cinta perdamaian// Kemerdekaan harus ditegakkan di seluruh dunia/ sebab tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan prikeadilan//

Sahabat / produk asli produksi Israel memang tidak banyak jumlahnya di Indonesia/ namun industri yang menopang atau memberikan suplay finansial bagi Israel sangat banyak// Bahkan beberapa produk pendukung zionis tersebut telah membanjiri pasaran serta menghegemoni pasar// Sebagai sebuah contoh dalam hal teknologi sebagian besar bangsa Indonesia menggunakn produk yang mendukung Zionis tersebut// Ironis memang di satu sisi hendak menghentikan tindakan keji Israel/ namun masih tergantung pada produk pendukungnya/ bahkan dikhawatirkan akan terjadi PHK masal yang memperbesar efek krisis global yang terjadi sebelumnya//

Sahabat / Boikot dapat bermakna sebagai sebuah perlawaan secara iedeologis terhadap penindasan/ tidak harus dihitung efektifitasnya// Namun merupakan sebuah bentuk pendidikan terhadap diri dalam menguatkan tekad mengontrol diri terhadap sesuatu yang merugikan atau sebuah bentuk solidaritas// Namun boikot juga dapat bermakna sebagai kekuatan yang mampu memberikan tekanan atau pukulan terhadap sesuatu/ yang dalam hal ini adalah zionis Israel beserta sekutunya// Sebuah contoh kekuatan boikot yakni boikot minyak yang pernah dilakukan negara-negara di arab// hal tersebut ternyata mampu memberikan sebuah tekanan tersendiri/ bagi Israel dalam konflik pada tahun tujuh puluhan// Untuk itu pilihan untuk memboikot sesuatu tidak hanya dilakukan secara asal/ namun perlu dilakukan sebuah perhitungan kekuatan dan dampaknya//

Percaya dengan kekuatan diri sendiri telah menjadi sebuah senjata dalam perjuangan rakyat India yang dipelopori Mahat Magandhi dengan swadesi// Yakni mengunakan produk dalam negeri/ dan ternyata ahl tersebut efektif untuk menekan penjajahan Inggris// Ketika kita akan melakukan boikot/ terkadang muncul ketakutan akan dampaknya/entah mengurangi kepraktisan atau kenyamanan hingga efek PHK masal// Namun/ sesungguhnya hal tersebut menjadi sebuah tantangan tersendiri/ untuk lebih kreatif dalam menciptakana lapangan kerja dan bangga menggunakan produk dalam negeri// Atau menciptakan produk penganti meskipun butuh pengorbanan/ waktu dan tekad yang kuat//

Sahabat / Bukankah Patih Gajah Mada dengan sumpah palapanya mampu menyatukan nusantara dengan sebuah tekad yang kuat tidak akan memakan buah palapa hingga nusantara dapat disatukan// Namun masih adakah umat yang memiliki jiwa rela berkorban/ serta tekad yang kuat demi membela saudaranya yang tertindas?// Waallahu’alam Bishowab///

Edisi Senin, 5 Januari 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar