Sahabat / Yogyakarta sejak dahulu terkenal sebagai kota pelajar/ tempat ribuan bahkan jutaan orang menimba ilmu// Namun beberapa tahun terakhir citra tersebut mulai tercemar/ mulai dari tingkat pergaulan bebas antar lawan jenis yang mencengangkan para orang tua/ kasus penipuan Banyugeni// Kini Yogyakarta semakin tercemar dengan sebuah fakta/ beredarnya lebih dari 1,4 ribu ijazah illegal// Bahkan ternyata hal tersebut telah berlangsung cukup lama yakni sejak tiga atau empat tahun lalu// Dan yang lebih memilukan adalah/ dalam satu program studi dapat ditemukan ribuan ijazah illegal//
Ijazah illegal tersebut adalah ijazah asli/ namun proses mendapatkannya yang illegal// Disebut illegal sebab pemiliknya mendapatkan ijazah tersebut/ tanpa mengikuti proses belajar mengajar sebagaimana mestinya// Hanya dengan kuliah dua semeter/ mereka bisa mendapatkan ijazah illegal tersebut// Terkadang pindah jurusan/transfer menjadi alasannya/ namun ternyata nilai yang di konversi tidak sesuai dengan materi yang seharusnya dipelajari pada jurusan tersebut//
Sahabat / Koordinator Kopertis V –Budi Santoso mengungkapkan seharusnya mereka yang mendapatkan ijazah illegal/ menyadari hal tersebut// Sebab hal tersebut terlihat dari mata kuliah yang tidak sesuai dengan yang telah dipelajari/ atau bahkan tidak sesuai dengan jurusan// Namun terdorong oleh berbagai keinginan dan kebutuhan/ mulai dari sekedar mendapatkan gelar/ pekerjaan hingga meningkatkan karir// Namun apa yang terjadi kompetensi dan citra lembaga pendidikan/ atau bahkan nama baik Jogja dan Indonesia menjadi taruhannya// Demi sebuah kepentingan pragmatis/ menumbuhkan budaya instan dan mementingkan simbol//
Sahabat / sisi lain yang menimbulkan fenomena ijazah illegal adalah otonomi kampus// Setiap kampus berhak mengelola pendidikan secara otonomi/ namun tidak sedikit lembaga pendidikan tinggi yang mencederai kepercayaan tersebut// Demi kepentingan pemenuhan kebutuhan finansial/ seakan menghalalkan segala cara/ meski harus mengorbankan tujuan mulia pendidikan// Akankah bangsa Indonesia maju jika para pelaku pendidikan kehilangan idealisme dalam membina generasi penerus bangsa?// Wallahu’alaum Bishawab///
Edisi Sabtu, 10 Januari 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar