Sahabat / pemilu layaknya pesta demokrasi bagi seluruh rakyat Indonesia/ berimbas dalam berbagai sendi kehidupan// Politik sebagai unsur utama dalam pesta demokrasi tersebut telah mengalami perkembangan menjadi sebuah industri// Sebuah industri yang menarik hampir bagi semua lapisan masyarakat tanpa membedakan kelas ekonomi dan strata pendidikan// Pemilu dan politik menjadi obrolan renyah hampir di setiap sudut pelosok negeri// Bahkan tidak hanya menjadi penonton/ atau pengamat politik “dadakan”/ seorang pedagang kaki lima pun/ mencoba mengadu nasib menjadi wakil rakyat/ bersaing dengan para elit politik dan artis//
Layakanya industri pada umum/ industrialisasi politik tentu membutuhkan sumber daya serta strategi pemasaran// Berusaha dengan sumber daya yang ada bahkan minim/ berjuang meraih keuntungan yang optimal// Berbagai upaya dilakukan dalam memasarkan “produk-produk”/ caleg sebagai komiditi/ berjuang keras meraih simpati dan dukungan rakyat// Dari mulai stiker kecil yang bertebaran hingga bendera raksasa dan baliho ekstra besar menjamur ibarat cendawan di musim penghujan// Bahkan tidak jarang hanya sekedar sampah visual/ tanpa isi yang berkorelasi dengan aspirasi rakyat// Hanya popularitas semata/ tanpa esensi sebuah visi dan solusi penyalur aspirasi penderitaan rakyat// Perjuangan menuju popularitas guna meraih tujuan kursi wakil rakyat//
Sahabat / tidak cukup dengan media cetak/ upaya memasarkan komoditi politik melibat media elektronik yang menelan dana tidak sedikit// Namun tidak semua mampu mengapai hal tersebut/ sehingga berinovasi dan improvisasi dengan kampanye door to door// Apa pun dilakukan/ dan dikorbankan demi sebuah ambisi kursi anggota dewan// Partai politik laksana corporasi bisnis/ berusaha meraih kursi demi sebuah kekuasaan// Bahkan tidak jarang/ para caleg hanya menjadi “sapi perahan” penyokong mesin partai//Bahkan ketika telah menjadi anggota legislatif/ harus membayar hutang budi dengan materi yang tidak sedikit// Jadi korupsi seakan menjadi setan yang senantiasa merayu para elit politik dalam setiap langkahnya//
Edisi, Senin 23 Februari 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar