Sahabat / panggung politik Indonesia semakin semarak// Pada akhir Februari lalu aktor senior Dedy Mizwar atau yang lebih dikenal dengan “Jendral Nagabonar” mendeklarasikan diri sebagai Calon Presiden/Capres// Jendral Nagabonar seakan bangkit dari panggung hiburan menuju pangung politik// Berawal dari sebuah kepedulian dan semangat perubahan/ Dedy Mizwar membulatkan tekad menjadi “Jendral” sesungguhnya dalam dunia nyata/ menjadi orang nomor satu di negeri ini//
Ronald Reagen seorang selebritis pun berhasil menjadi presiden negeri adidaya Amerika Serikat// Bahkan lebih dekat di Indonesia/ sedikit demi sedikit para selebritis berhasil beralih panggung dari panggung hiburan menuju panggung politik// Dari mulai walikota Tangerang yang berhasil diraih oleh Rano Karno/ atau lebih dikenal sebagai tokoh ideal “Si Doel”// Bahkan hingga tingkat provinsi pun Dede Yusuf/ yang pada tahun 80-an dan 90-an tercitrakan sebagai seorang yang alim/penolong dan baik hati berhasil memperoleh kursi nomor 2 di Jawa Barat// Selebritis menjadi para pencari kursi kekuasaan//
Sahabat / Pemilu sudah dekat/ namun Dedy Mizwar baru saja mengumumkan tekadnya menjadi Presiden// Seakan terinspirasi dari hitungan sederhana proklamasi kemerdekan Indoensia dilakukan dalam dua hari oleh Founding Father Indonesia -Soekarno// Dengan menjual popularitas dan citra positif dalam dunia hiburan/ mungkin bukan hal yang sulit untuk meraih dukungan dalam memenangkan pilpres 2009?// Namun dapatkah Sang Jendral mendapatkan tiket menuju Indonesia satu dengan di dukungan 10 partai?// Padahal/ bukan hal yang mudah untuk mencapai dukungan 20 persen suara di parlemen atau 25 persen secara nasional// Tidak hanya membutuhkan popularitas/ tetapi juga kapabilitas//
Memenangkan pemilu ataupun menduduki jabatan Kursi nomor satu Indonesia/ mungkin bukan hal yang sulit bagi seorang selebritis dengan citra positif// Namun sanggupkah/ Sang Jendral Nagabonar memenangkan pertempuran yang sesungguhnya dengan memimpin negara Indonesia pasca pemilihan presiden?// Atau hanya akan menimbulkan korban dan harus menangis serta muncul pernyataan “sudah ku bilang jangan bertempur/ bertempur pula kalahlah kau”//
Edisi Senin, 2 Maret 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar