Selasa, 17 Maret 2009

Menakar kesungguhan berkoalisi

Sahabat / 24 hari menjelang pemilihan umum anggota legislatif/ iklim perpolitik Indonesia semakin menghangat dengan berbagai kunjungan dan silaturahmi antar tokoh dan partai politik// Salah satu penyebab hal tersebut adalah keputusan Mahkamah Konstitusi/ yang mengharuskan capres di dukung oleh minimal suara 25 persen suara nasional atau 20 persen kursi parlemen// Hal tersebut memunculkan kegelisahan tersendiri/ bahkan kegeliasan tersebut melanda partai-partai besar seperti PDIP/ Golkar/ dan Demokrat// Untuk mencapai syarat capres tersebut/ para tokoh partai gencar melakukan pendekatan/ sehingga semakin menguatkan wacana koalisi//

Wacana koalisi tersebut memunculkan berbagai blok capres/ mulai dari blok S kubu SBY/ blok M kubu Megawati/ blok J kubu Jusuf Kalla/ hingga blok alternatif yang diinisiasi oleh tokoh PAN –Amien Rais// Padahal masing-masing partai telah menetapkan bahwa penentuan koalisi dan calon presiden/capres menunggu hasil pemilihan anggota legislatif 9 April mendatang//

Sahabat / sistem pemerintahan presidensil dan multipartai/ menimbulkan keniscayaan sebuah koalisi// Koalisi dibutuhkan untuk menciptakan pemerintahan yang efektif/ yang mempunyai kekuatan politik selama paling tidak lima tahun dalam periode pemerintahan// Sebab untuk mempertahankan stabilitas politik dibutuhkan dukungan parlemen yang signifikan/ supaya langkah-langkah yang diambil pemerintahan dapat berjalan//

Namun/ koalisi tanpa sebuah dasar yang kuat/ yang terjadi hanya pembagian kekuasaan layaknya politik dagang sapi// Habis manis sepah dibuang// Ketika manis berkoalisi habis/ masing-masing hanya bermanis mulut tetap bersahabat meskipun realitanya gejolak terus terjadi// Jadi koalisi dan wacana koalisi yang ada saat ini masih pada dataran koalisi ad hoc/ yang mengarah pada kepentingan jangka pendek/ pemenangan pemilu/ dan pemerintahan// Belum pada koalisi strategis yang bertujuan menciptakan pemerintahan yang efektif/ guna mensejahterakan rakyat/ hanya ambisi kekuasaaan masing-masing partai politik dan tokoh-tokohnya//

Sahabat / sesunguhnya berbagai pertemuan yang terjadi diantara para elit politik tersebut hanyalah sebuah penjajakan koalisi/ bukan koalisi// Jika partai poltik memang menginginkan koalisi strategis/ maka koalisi haruslah dibangun dari sinergisitas visi misi maupun ideologi guna mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia yang adil makmur// Namun/ dapatkan partai politik beserta elit politiknya mau mengalahkan egonya guna kepentingan bangsa yang lebih besar dengan koalisi strategis untuk rakyat?// Wallhua’lam Bishowab///

Jumat, 13 Maret 2009

Maulid nabi, tak sekedar seremonial semata

Sahabat / hampir setiap tahun umat muslim di Indonesia memperingati kelahiran Rasullah Muhammad saw// Bahkan peringatan milad tersebut/ hanya dilakukan di Indonesia/ namun tidak di negeri tempat kelahiran baginda Rasullah// Berbagai perhelatan diselenggarakan dengan semarak mulai dari level komunitas kecil di pedesaan hingga perhelatan nasional yang menghabiskan anggaran milyaran rupiah// Hampir tidak pernah tertinggal/pelaksanaan tradisi membaca shalawat “Barjanji’ yang berisi puji-pujian dan sejarah hidup Sang Rasullah junjungan// Atau bahkan berbagai agenda “modern” dengan judul refleksi kehidupan Rasullah sang pemimpin teladan//

Namun sayang sahabat / umat cenderung terjebak dalam seremonial simbolik/ bahkan cenderung berlebihan hingga melupakan esensi dari memperingati lahirnya Sang Pemimpin Besar/ Utusan Allah pengusung perubahan// Dan sungguh ironi/ tidak jarang terjadi penyesatan dalam peringatan maulid dengan pendangkalan aqidah dengan pengkultusan/ bahkan hingga mengarah kepada kesyirikan// Niatan yang mulia terkadang menjadi ternoda/ disebabkan kehilangan orientasi serta esensi dari mengambil hikmah dari perjalanan kehidupan Rasullah tercinta//

Rasullah sebagai manusia biasa utusan Allah/ lahir dengan membawa harapan baru// Bangkit dari keterpurukan penghambaan terhadap nafsu menuju kehidupan yang berkeadilan/ kesetaraan dan demokratis dengan hanya menghambakan diri pada Allah Yang Maha Esa// Setiap perilakunya adalah ibarat Al Qur’an yang hidup/ sehingga dapat menjadi teladan dalam menjalani kehidupan di dunia dan akhirat kelak//

Sahabat / ditengah keterpurukan bangsa/ serta peluang untuk melakukan perubahan dalam pesta demokrasi terbesar di tanah air// Momentum maulid nabi sangatlah tepat menjadi titik tolak dan refleksi bagi setiap individ dan bangsa// Rasullah berhasil menjadi pemimpin agama/ negara/ dan rumah tangga// Memulai risalah kenabian dengan langkah awal memperbaiki akhlak// Beliau membangun peradaban yang menjadikannya pemimpin teratas dari seratus tokoh yang paling berpengaruh di dunia dan pasti pemberi safaat di akhirat kelak//

Rasullah sebagai seorang pemimpin/ mengawali sebuah perubahan besar dari dalam diri sendiri dengan keteladanan dalam lingkup kepemimpinan terkecil dalam rumah tangga// Kegigihan/ semangat/ serta jiwa muda dalam berjuang yang muncul dari tempaan waktu dan kondisi gurun pasir yang ganas serta masyarakat yang jahiliyah// Seiya sekata dalam perkataan dan perbuatan//

Sahabat / setiap pemimpin akan dimintai pertangungjawaban// Dan setiap diri adalah pemimpin bagi dirinya sendiri// Rasullah telah mengajarkan kunci kepemimpinan adalah keteladanan dari lingkungan terdekat hingga masyarakat luas// Rasullah hadir tidak hanya menjadi rahmat bagi umatnya yang beriman/ namun juga seluruh manusia dan seluruh mahkluk penghuni alam semesta// Lantas cukupkah kekaguman kita hanya berakhir pada sebuah seremonial/ tanpa sebuah upaya mentranformasi dalam kehidupan nyata?//

Sahabat / sebagai umat yang beriman/ kita telah mengakui Muhammad saw/ sebagai utusan Allah dan teladan kita// Namun sudahkah kita meneledani semangat/ kepemimpinan/ akhlak serta kegigihan berkarya dengan tetap memurnikan keikhlasan karena Allah?// Dapakah kita bersinergi dalam memperbaiki dan membangun umat menuju Islam sebagai rahmat bagi semesta alam?//Atau hanya berebut kekuasaan dan kenikmatan dunia yang fana ini?// Akankah kejayaan Islam yang kita harapkan hadir/ jika maulid nabi hanya tengelam dalam seremonial semata?// Wallahua’alam Bishowab///

Edisi, Senin 9 Maret 2009

Pemilu sudah dekat,Nagabonar jadi Capres

Sahabat / panggung politik Indonesia semakin semarak// Pada akhir Februari lalu aktor senior Dedy Mizwar atau yang lebih dikenal dengan “Jendral Nagabonar” mendeklarasikan diri sebagai Calon Presiden/Capres// Jendral Nagabonar seakan bangkit dari panggung hiburan menuju pangung politik// Berawal dari sebuah kepedulian dan semangat perubahan/ Dedy Mizwar membulatkan tekad menjadi “Jendral” sesungguhnya dalam dunia nyata/ menjadi orang nomor satu di negeri ini//

Ronald Reagen seorang selebritis pun berhasil menjadi presiden negeri adidaya Amerika Serikat// Bahkan lebih dekat di Indonesia/ sedikit demi sedikit para selebritis berhasil beralih panggung dari panggung hiburan menuju panggung politik// Dari mulai walikota Tangerang yang berhasil diraih oleh Rano Karno/ atau lebih dikenal sebagai tokoh ideal “Si Doel”// Bahkan hingga tingkat provinsi pun Dede Yusuf/ yang pada tahun 80-an dan 90-an tercitrakan sebagai seorang yang alim/penolong dan baik hati berhasil memperoleh kursi nomor 2 di Jawa Barat// Selebritis menjadi para pencari kursi kekuasaan//

Sahabat / Pemilu sudah dekat/ namun Dedy Mizwar baru saja mengumumkan tekadnya menjadi Presiden// Seakan terinspirasi dari hitungan sederhana proklamasi kemerdekan Indoensia dilakukan dalam dua hari oleh Founding Father Indonesia -Soekarno// Dengan menjual popularitas dan citra positif dalam dunia hiburan/ mungkin bukan hal yang sulit untuk meraih dukungan dalam memenangkan pilpres 2009?// Namun dapatkah Sang Jendral mendapatkan tiket menuju Indonesia satu dengan di dukungan 10 partai?// Padahal/ bukan hal yang mudah untuk mencapai dukungan 20 persen suara di parlemen atau 25 persen secara nasional// Tidak hanya membutuhkan popularitas/ tetapi juga kapabilitas//

Memenangkan pemilu ataupun menduduki jabatan Kursi nomor satu Indonesia/ mungkin bukan hal yang sulit bagi seorang selebritis dengan citra positif// Namun sanggupkah/ Sang Jendral Nagabonar memenangkan pertempuran yang sesungguhnya dengan memimpin negara Indonesia pasca pemilihan presiden?// Atau hanya akan menimbulkan korban dan harus menangis serta muncul pernyataan “sudah ku bilang jangan bertempur/ bertempur pula kalahlah kau”//

Sahabat / tentu kita sadari/ memilih presiden sangat berbeda dengan sekedar memilih makanan// Bukan sekedar mencoba-coba/ mau politisi /aktifis ataupun selebiritis// Negara ini bukan untuk sebuah pangung sandiwara/ dapat saja mencoba-coba memilih capres selebritis namun berakhir dengan miris?// Memang dimana ada kemauan disana ada jalan/ dan banyak jalan menuju Indonesia satu// Akankah Indonsia yang sedang miris bahkan tragis ini/ dipimpin oleh seoarng selebritis?// Wallahua’lam Bishowab///


Edisi Senin, 2 Maret 2009

Pemilih pemula sasaran empuk parpol

Sahabat / Menjadikan para pemilih pemula sebagai pendulang suara terbanyak merupakan strategi pemenangan Pemilu yang dilakukan oleh partai-partai besar// Partai-partai yang sangat fokus untuk menjadikan pemilih pemula sebagai target empuk untuk dipengaruhi antara lain/ Partai Keadilan Sejahtera/ Partai Persatuan Bangsa/ Golkar/ Partai Gerindra/ PDI Perjuangan/ serta Partai HANURA// Tidak salah memang menjadikan pemilih pemula sebagai objek pemilu/ tetapi yang perlu diwaspadai adalah cara para parpol dalam segi memanfaatkan pemilih pemula sebagai pintu kemenangan//

Dalam undang-undang pemilihan umum/ pemilih pemula adalah mereka yang telah berusia 17-21 tahun/ yang telah memiliki hak suara dalam pemilu// Pemilih pemula yang baru memasuki usia hak pilih pastilah belum memiliki jangkauan politik yang luas untuk menentukan ke mana mereka harus memilih// Namun Sahabat / tinggal beberapa bulan lagi pemilihan Umum dilaksanakan/ ternyata sosialisasi Pemilu yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum kepada para pemilih pemula masih sangat lambat bahkan belum merata//

Selain itu sahabat / Koordinator Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat –Jeirry Sumampouw mengatakan/ hingga kini rencana Komisi Pemilihan Umum mensosialisasikan Pemilu 2009 bagi pemilih pemula hingga ke Sekolah belum terlaksana// Jika sosialisasi pemilu tidak maksimal/ maka di satu sisi para pemilih pemula akan merasa diasingkan serta kurang pemahaman mengenai arti penting memilih/ sehingga mereka memutuskan untuk golput// Di sisi yang lain para pemilih pemula akan dimobilisasi peserta pemilu dalam kampanye massal/ akibatnya pilihan mereka tidak berdasarkan kesadaran politik yang dalam// Yang mana nantinya lagi-lagi para pemilih pemula menjadi sasaran empuk eksploitasi Politik//

Sahabat / Pemilu merupakan pesta Demonstrasi/ pesta semua rakyat menuju bangsa yang lebih baik// Sehingga perlu suatu metode yang tepat untuk mewujudkan demonstrasi yang sebenar-benarnya// Salah satunya yaitu dengan meminimalisir adanya golput dan juga eksploitasi politik yang terjadi di kalangan pemilih pemula// Karena walau bagaimanapun/ pemilih pemula adalah tulang punggung bangsa/ penerus bangsa yang harus di didik/ bukannya diracuni dengan berbagai iming-iming kampanye partai yang mengedepankan hawa nafsu/ untuk menduduki kursi di parlemen// Kalau hal tersebut sampai terjadi/ mau dikemanakan bangsa ini kelak dengan generasi mudanya yang sudah terkontaminasi oleh kotornya politik//

Dengan demikian sahabat / menjelang Pemilu 2009/ edukasi dan sosialisasi yang diarahkan kepada pemilih pemula sangat penting dilakukan/ selain dalam rangka pendidikan politik sejak dini/ melainkan juga sebagai upaya meningkatkan partisipasi pemilih// Oleh sebab itu/ KPU beserta instansi yang terkait haruslah lebih peduli dan memerhatikan aspirasi para pemilih pemula sehingga mereka dapat benar-benar menjadikan Pemilu sebagai proses pembelajaran untuk berdemokrasi dalam menentukan nasib bangsa yang lebih baik dengan mimiluh para calon legislative dan partai politik yang benar-benar dapat membawa Indonesia kepada bangsa yang makmur/ adil dan sejahtera/ tidak menjadikan bansa Indonesia lebih buruk lagi// Wallahu’alam Bishowab///


Edisi Sabtu, 14 Februari 2009

Industrialisasi Politik Indonesia

Sahabat / pemilu layaknya pesta demokrasi bagi seluruh rakyat Indonesia/ berimbas dalam berbagai sendi kehidupan// Politik sebagai unsur utama dalam pesta demokrasi tersebut telah mengalami perkembangan menjadi sebuah industri// Sebuah industri yang menarik hampir bagi semua lapisan masyarakat tanpa membedakan kelas ekonomi dan strata pendidikan// Pemilu dan politik menjadi obrolan renyah hampir di setiap sudut pelosok negeri// Bahkan tidak hanya menjadi penonton/ atau pengamat politik “dadakan”/ seorang pedagang kaki lima pun/ mencoba mengadu nasib menjadi wakil rakyat/ bersaing dengan para elit politik dan artis//

Layakanya industri pada umum/ industrialisasi politik tentu membutuhkan sumber daya serta strategi pemasaran// Berusaha dengan sumber daya yang ada bahkan minim/ berjuang meraih keuntungan yang optimal// Berbagai upaya dilakukan dalam memasarkan “produk-produk”/ caleg sebagai komiditi/ berjuang keras meraih simpati dan dukungan rakyat// Dari mulai stiker kecil yang bertebaran hingga bendera raksasa dan baliho ekstra besar menjamur ibarat cendawan di musim penghujan// Bahkan tidak jarang hanya sekedar sampah visual/ tanpa isi yang berkorelasi dengan aspirasi rakyat// Hanya popularitas semata/ tanpa esensi sebuah visi dan solusi penyalur aspirasi penderitaan rakyat// Perjuangan menuju popularitas guna meraih tujuan kursi wakil rakyat//

Sahabat / tidak cukup dengan media cetak/ upaya memasarkan komoditi politik melibat media elektronik yang menelan dana tidak sedikit// Namun tidak semua mampu mengapai hal tersebut/ sehingga berinovasi dan improvisasi dengan kampanye door to door// Apa pun dilakukan/ dan dikorbankan demi sebuah ambisi kursi anggota dewan// Partai politik laksana corporasi bisnis/ berusaha meraih kursi demi sebuah kekuasaan// Bahkan tidak jarang/ para caleg hanya menjadi “sapi perahan” penyokong mesin partai//Bahkan ketika telah menjadi anggota legislatif/ harus membayar hutang budi dengan materi yang tidak sedikit// Jadi korupsi seakan menjadi setan yang senantiasa merayu para elit politik dalam setiap langkahnya//

Sahabat /Politik layaknya sebuah sarana mencapai tujuan/ tidak jarang terkotori oleh ambisi dan nafsu duniawi pembawa sengsara// Namun ibarat sebuah senjata/ politik dapat menjadi pembela kebenaran atau bahkan pendukung kebatilan// Tergantung siapa orang di balik senjata?//Akankah politik menjadi sebuah industri pengahuncur umat/ atau bahkan penyelamat umat seperti yang didambahkan?//Wallahu’alam Bishowab///

Edisi, Senin 23 Februari 2009

Berjudi dengan nasib, berharap sebuah keajaiban

Sahabat / publik dunia kesehatan di Indonesia digemparkan dengan fenomena pengobatan oleh “Sang Bocah Sakti” Muhammad Ponari// Hanya dengan mencelupkan tangan mungilnya dengan menggenggam batu petir ke dalam air/ banyak masyarakat yang sangat percaya air tersebut dapat menyembuhkan berbagai penyakit// Bahkan masyarakat yang percaya rela berdesak-desakan mengantri/ bahkan kejadian tersebut hingga menimbulkan empat orang meregang nyawa//

Pengobatan supranatural/ sebuah fenomena diluar batas rasionalitas/ yang tetap menjadi realitas kehidupan masyarakat Indonesia// Pengobatan supranatural masih menjadi sebuah alternatif bagi sebagian masyarakat// Penyakit fisik yang tidak kian sembuh/ dan desakkan faktor ekonomi/ seakan menghilangkan daya nalar masyarakat// Bahkan air sumur ataupun air yang mengalir di sekitar rumah Ponari diangap tetap berkhasiat menyembuhkan penyakit//

Sahabat / sebuah keyakinan yang mendalam dengan iringan sugesti/ memang terkadang mampu memunculkan sebuah “keajaiban”// Namun dimanakah akal sehat/ jika secara kebersihan air batu petir saja masih meragukan/namun tetap dipercaya berkhasiat// Keputusasaan terhadap sebuah kenyataan derita yang berkepanjangan/ akibat penyakit yang kunjungan sembuh/ dan faktor ekonomi yang semakin menghimpit kehidupan// Lantas/ salahkah jika masyarakat mencari sebuah alternative yang relatif murah/ pengobatan supranatural/ berjudi dengan nasib berharap sebuah keajaiban//

Namun sabahat / yang menjadi pertanyaan kini adalah/ dapatkah masyarakat miskin menikmati pengobatan medis yang layak/ sehingga mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap pengobatan medis// Ataukah memang pemerintah telah gagal/ mewujudkan layanan sosial khususnya kesehatan bagi rakyat miskin//

Pelayanan kesehatan seakan menjadi barang mahal/ ketika hanya sebagian kecil masyarakat yang mampu mengaksesnya// Bahkan kondisi tersebut diperparah/ dengan aksi para selebriti dan tokoh yang kerap kali berobat keluar negeri//Hal tersebut seakan semakin membuktikan pengobatan adalah barang mahal/ dan pengobatan dalam negeri tidak becus mengatasi masalah medis yang kian kritis// Lantas kapankah rakyat miskin dapat menikmati pelayanan medis yang layak/ atau memang harus cukup puas dengan berjudi dengan nasib/ mengharap keajaiban pengobatan supranatural// Wallahu’alam Bishowab///

Edisi Senin, 16 Februari 2009




Genjatan senjata, diplomasi munafik yahudi

Sahabat / setelah 22 hari Israel laknatullah menggempur wilayah Gaza/ dan menimbulkan korban lebih dari 1200 orang meninggal di pihak Palestina/ dan hanya 14 orang dari pihak Israel/ akhirnya Perdana Menteri Ehud Olmert mengumumkan genjatan senjata sepihak// Olmert menyatakan/ tujuan pihaknya telah tercapai/ sebab Hamas secara militer dan dari segi prasananya sangat terpukul// Namun/ Olmert menjelaskan/ keberhasilan gencatan senjata tersebut tergantung pada Hamas// Jika kaum militan masih melanjutkan serangan roket-roketnya ke Israel/pihaknya akan membalasnya dengan kekerasan// Sebuah bentuk lain/ dari kemunafikan bangsa yahudi/ sebab merekalah yang sejak awal menyulut pertumpahan darah//

Ya hanya bahasa kekerasan yang Israel pahami/ bagaimana tidak beberapa jam setelah menyatakan gencatan senjata// Seorang pemuda Palestina berusia 20 tahun ditembak tepat di dadanya/ ketika sedang melakukan perjalanan dengan naik kendaraan di dekat kota kecil Khan Yunis/ dekat perbatasan jalur Gaza dengan Israel// Bahkan sebuah bukti lagi/ bahwa zionis terlaknat tersebut tidak akan berhenti melakukan kekerasan/ adalah dengan ditemukannya 95 jenazah warga sipil Palestina ditengah reruntuhan bangunan di jalur Gaza//

Sahabat / gencatan senjata hanya sebuah diplomasi munafik kaum zionis// Setelah meluluh lantakan bumi para nabi/ ribuan penduduk dunia melakukan aksi kecaman terhadap tindakan genosida terhadap bangsa Palestina// Bahkan beberapa Negara dengan tegas memutuskan hubungan diplomatik dan mengusir duta besar Israel// Tekanan semakin kuat ketika/ PBB mengeluarkan resolusi nomor 1860/ yang menyebabkan kacung setianya Amerika Serikat/ hanya mampu diam seribu bahasa menanggapi kerasnya kecaman negara-negara anggota Dewan Keamanan PBB// Padahal sebelumnya AS selalu berhasil menggunakan hak vetonya/ sebagai bukti standar ganda negara adikuasa/ yang mendeklarasikan sebagai polisi dunia//

Sahabat / entah sudah berapa banyak janji-janji perdamaian semu penuh lipstick/ yang ditawarkan Israel laknatullah// Namun tetap saja yang berbicara adalah/ bahasa kekerasan dengan moncong senjata yang mengarah ke dada anak-anak kecil bertelanjang dada dengan batu ditangan/ dan sebuah keyakinan pertolongan Allah akan datang// Jika Yahudi terlaknat hanya memahami bahasa kekerasan/ maka semoga setiap tetes darah para syuhada yang membasahi bumi Palestina/ akan memunculkan syuhada setangguh Shalahudin Al Ayubi yang akan merebut kembali kemerdekaan Palestina// Amin../ Amin../ Ya Robbal Alamin///

Edisi Senin, 19 Januari 2009

Banjir kendaraan bermotor

Sahabat / jalan-jalan di kota Yogyakarta semakin hari terasa semakin mengecil/ kendaraan bermotor/ mobil yang semakin bertambah dan sepeda motor yang merayap memenuhi badan jalan// Kemudahan memperoleh sepeda motor/ dari berbagai lembaga keuangan atau dealer motor yang saling berlomba meningkatkan penjualan/ menambah semarak jalan dengan ribuan kendaraan bermotor//

Sahabat / peningkatan jumlah penduduk serta pelajar maupun mahasiswa dari luar daerah/ membawa imbas kebutuhan akan sarana transportasi yang lebih banyak// Dengan peningkatan 10 persen jumlah kendaraan bermotor/ diprediksikan akan menyebabkan kemacetan total di kota Yogyakarta// Padahal kecelakaan yang terjadi di jalan raya/ telah mengakibatkan kerugian negara mencapai 150 triliyun rupiah pertahuan// Atau setara dengan 2, 9 persen dari gross domestic product Indonesia setiap tahunnya// Dan di sisi kesehatan masyarakat/ kendaraan juga menyebabkan kerugian material hingga 2,82 trilitun rupiah/ dan mungkin kerugian non material yang jauh lebih besar//

Keengganan masyarakat menggunakan kendaraan umum/ tidak dapat sepenuhnya ditimpakan pada kesadaran masyarakat// Fasilitas transportasi seperti bus umum/ yang masih penuh sesak dan tidak nyaman/ bahkan pencopet sering kali membuat masyarakat enggan menggunakan kendaraan umum// Rute bus yang membingungkan/ bahkan yang berputar-putar/ semakin memperkuat alas an untuk mengunakan kendaraan pribadi/ khususnya sepeda motor yang dapat menembus kemacetan serta melaju dalam lorong-lorong kota Jogja//

Sahabat / kebutuhan akan transportasi akan senantiasa beriringan dengan perkembangan peradaban// Sebab peningkatan kebutuhan akan di imbangi mobilitas yang semakin tinggi/ meskipun sarana dunia maya seperti internet semakin berkembang// Manusia tetap membutuhkan sarana untuk berpindah/ dari satu lokasi ke lokasi lainnya// Dan tentunya setiap manusia akan memilih/ sarana stransportasi yang cepat/ aman serta nyaman//

Sahabat / ternyata tidak hanya air yang dapat menyebabkan banjir/ laju pertambahan kendaraan bermotor yang tidak di kontrol dapat menyebabkan banjir kendaraan bermotor// Berbagai upaya dilakukan/ mulai dari memperlebar luas jalan/ bus way/ dan program Sego Segawe/ sepeda kanggo sekolah lan nyambut gawe// Program demi program senantiasa diluncurkan/ namun akankah permasalahan kendaraan bermotor terselesaikan/ tanpa kesadaran masyarakat/ serta kepekaan pemerintah akan kebutuhan rakyatnya akan kenyamanan berkendara?// Wallahu’alam Bishowab///

Edisi Sabtu, 17 Januari 2009

Resolusi PBB Nomor 1860 Mandul

Sahabat / menginjak hari ke 16 serangan Israel laknatullah/ telah menyebabkan 906 jiwa syahid menghadap Allah dan 4100 orang terluka// Padahal/ Dewan Keamanan PBB telah menetapkan Resolusi nomor 1860 pada tanggal 8 Januari 2009 lalu// Namun Israel memang bangsa yang bebal/ bahkan pasca keluarnya resolusi tersebut mereka melancarkan serangan lebih dari 50 serangan udara di Gaza// Serangan tersebut mereka namai sebagai layanan darurat Palestina/ yang kenyataannya hanya menambah jumlah korban warga sipil sebanyak 12 orang//

Menengok pada proses munculnya resolusi tersebut/ memang sudah nampak indikasi standar ganda yang diterapkan negara yang menyebut diri polisi dunia// Ya/ Amerika Serikat sebagai sekutu setia Israel memang tidak menggunakan hak vetonya/ namun AS-lah satu-satunya anggota DK PBB yang abstain dalam proses pengambilan keputusan resolusi tersebut// Memang tidak aneh bagi Amerika/ sebagai sebuah negara yang memiliki hutang sekitar 28 triliun rupiah akibat pertempuran di Irak// Hutang terhadap lobby Yahudi pendukung Zionisme//

Sahabat / dengan back up Amerika/ Israel semakin congkak memuntahkan rudal-rudalnya/ meski mereka berdalih mempertahankan diri dari serangan/ atau melawan teroris// Namun siapa sesunguhnya teroris/ Hamas?// Salahkah jika rakyat yang tertindas oleh kekejaman/ dan penyerobotan tanah air dan warisan suci umat Islam bergerak melakukan perlawanan// Hamas dengan kekuatan seadanya/ dapat bertahan lebih dari 10 hari gempuran bertubi-tubi Israel laknatullah// Tidak mengherankan/ sebab/ salah kekuatan Hamas adalah dukungan rakyat/ sehingga dapat bertahan dan membela rakyatnya//

Sahabat / Hamas mendapat dukungan rakyat Palestina/ namun ternyata di khianati bangsa sendiri// Ketika serangan terjadi bertubi-tubi/ PLO dan Fatah hanya berdiam diri/ seakan mendapat kesempatan balas dendam atas kekalahan dalam pemilu 2006 yang hanya memperoleh// Sekali lagi/ salahkan bila Hamas menolak resolusi yang mengharuskan gencatan senjata/ sedangkan Israel terus membabi buta?// Mungkin resolusi sudah menjadi mandul sebagaimana PBB yang menjadi mandul karena Amerika?// Wallahua’lam Bishowab///

Edisi Senin, 12 Januari 2009

Ijazah Illegal,imbas budaya instan dan mengutamakan simbol

Sahabat / Yogyakarta sejak dahulu terkenal sebagai kota pelajar/ tempat ribuan bahkan jutaan orang menimba ilmu// Namun beberapa tahun terakhir citra tersebut mulai tercemar/ mulai dari tingkat pergaulan bebas antar lawan jenis yang mencengangkan para orang tua/ kasus penipuan Banyugeni// Kini Yogyakarta semakin tercemar dengan sebuah fakta/ beredarnya lebih dari 1,4 ribu ijazah illegal// Bahkan ternyata hal tersebut telah berlangsung cukup lama yakni sejak tiga atau empat tahun lalu// Dan yang lebih memilukan adalah/ dalam satu program studi dapat ditemukan ribuan ijazah illegal//

Ijazah illegal tersebut adalah ijazah asli/ namun proses mendapatkannya yang illegal// Disebut illegal sebab pemiliknya mendapatkan ijazah tersebut/ tanpa mengikuti proses belajar mengajar sebagaimana mestinya// Hanya dengan kuliah dua semeter/ mereka bisa mendapatkan ijazah illegal tersebut// Terkadang pindah jurusan/transfer menjadi alasannya/ namun ternyata nilai yang di konversi tidak sesuai dengan materi yang seharusnya dipelajari pada jurusan tersebut//

Sahabat / Koordinator Kopertis V –Budi Santoso mengungkapkan seharusnya mereka yang mendapatkan ijazah illegal/ menyadari hal tersebut// Sebab hal tersebut terlihat dari mata kuliah yang tidak sesuai dengan yang telah dipelajari/ atau bahkan tidak sesuai dengan jurusan// Namun terdorong oleh berbagai keinginan dan kebutuhan/ mulai dari sekedar mendapatkan gelar/ pekerjaan hingga meningkatkan karir// Namun apa yang terjadi kompetensi dan citra lembaga pendidikan/ atau bahkan nama baik Jogja dan Indonesia menjadi taruhannya// Demi sebuah kepentingan pragmatis/ menumbuhkan budaya instan dan mementingkan simbol//

Sahabat / sisi lain yang menimbulkan fenomena ijazah illegal adalah otonomi kampus// Setiap kampus berhak mengelola pendidikan secara otonomi/ namun tidak sedikit lembaga pendidikan tinggi yang mencederai kepercayaan tersebut// Demi kepentingan pemenuhan kebutuhan finansial/ seakan menghalalkan segala cara/ meski harus mengorbankan tujuan mulia pendidikan// Akankah bangsa Indonesia maju jika para pelaku pendidikan kehilangan idealisme dalam membina generasi penerus bangsa?// Wallahu’alaum Bishawab///

Edisi Sabtu, 10 Januari 2009

Tidak asal boikot

Sahabat / kekejian demi kekejian Zionis Israel laknatullah semakin menyayat hati nurani manusia/ terlebih umat muslim di Indonesia// Lebih dari 500 orang penduduk Gaza syahid menuju keharibaan Allah dan 2ribu orang lainnya terluka// Berdasarkan informasi terbaru dari beberapa rumah sakit di jalur Gaza/ Israel kembali mengunakan senjata kimia terlarang/ yakni uranium// Bukti tersebut nampak dari hasil otopsi terhadap korban meninggal dan pada bekas luka pada korban yang selamat// Sungguh sebuah kekejian diluar batas kemanusiaan/ setelah sebelumnya Israel juga menggunakan gas pelumpuh saraf pada aksi brulalnya kepada rakyat Palestina beberapa waktu lalu//

Aksi solidaritas semarak terjadi di seluruh belahan dunia/ terutama di negeri Indoensia yang merupakan/ negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia// Bahkan salah satu partai politik Islam melakukan aksi kecaman dan pengumpulan bantuan dengan melibatkan ratusan ribu masanya// Tidak cukup dengan aksi masa dan penggalangan dana/ beberapa lembaga sosial kemasyarakatan membuka pendaftaran mujahidin ke Gaza Palestina// Namun ada sebuah fenomena yang menarik/ seperti balon yang kembang kempis/ yakni aksi boikot terhdap produk zionis Israel//

Sahabat / Ketua Persatuan Ulama Intenasional –Yusuf Qardhawi menyatakan/ setiap uang yang dibelanjakan untuk membeli produk Israel dans ekutunya/ sama dengan satu peluru yang akan merobek tubuh warga Palestina// Dan Pengasuh Pondok Pesantren Asshidiqiyah Jakarta – Noer Muhammad Iskandar menambahkan/ boikot harus dilakukan secara serentak/ tidak hanya umat muslim/ tetapi seluruh umat manusia yang cinta perdamaian// Kemerdekaan harus ditegakkan di seluruh dunia/ sebab tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan prikeadilan//

Sahabat / produk asli produksi Israel memang tidak banyak jumlahnya di Indonesia/ namun industri yang menopang atau memberikan suplay finansial bagi Israel sangat banyak// Bahkan beberapa produk pendukung zionis tersebut telah membanjiri pasaran serta menghegemoni pasar// Sebagai sebuah contoh dalam hal teknologi sebagian besar bangsa Indonesia menggunakn produk yang mendukung Zionis tersebut// Ironis memang di satu sisi hendak menghentikan tindakan keji Israel/ namun masih tergantung pada produk pendukungnya/ bahkan dikhawatirkan akan terjadi PHK masal yang memperbesar efek krisis global yang terjadi sebelumnya//

Sahabat / Boikot dapat bermakna sebagai sebuah perlawaan secara iedeologis terhadap penindasan/ tidak harus dihitung efektifitasnya// Namun merupakan sebuah bentuk pendidikan terhadap diri dalam menguatkan tekad mengontrol diri terhadap sesuatu yang merugikan atau sebuah bentuk solidaritas// Namun boikot juga dapat bermakna sebagai kekuatan yang mampu memberikan tekanan atau pukulan terhadap sesuatu/ yang dalam hal ini adalah zionis Israel beserta sekutunya// Sebuah contoh kekuatan boikot yakni boikot minyak yang pernah dilakukan negara-negara di arab// hal tersebut ternyata mampu memberikan sebuah tekanan tersendiri/ bagi Israel dalam konflik pada tahun tujuh puluhan// Untuk itu pilihan untuk memboikot sesuatu tidak hanya dilakukan secara asal/ namun perlu dilakukan sebuah perhitungan kekuatan dan dampaknya//

Percaya dengan kekuatan diri sendiri telah menjadi sebuah senjata dalam perjuangan rakyat India yang dipelopori Mahat Magandhi dengan swadesi// Yakni mengunakan produk dalam negeri/ dan ternyata ahl tersebut efektif untuk menekan penjajahan Inggris// Ketika kita akan melakukan boikot/ terkadang muncul ketakutan akan dampaknya/entah mengurangi kepraktisan atau kenyamanan hingga efek PHK masal// Namun/ sesungguhnya hal tersebut menjadi sebuah tantangan tersendiri/ untuk lebih kreatif dalam menciptakana lapangan kerja dan bangga menggunakan produk dalam negeri// Atau menciptakan produk penganti meskipun butuh pengorbanan/ waktu dan tekad yang kuat//

Sahabat / Bukankah Patih Gajah Mada dengan sumpah palapanya mampu menyatukan nusantara dengan sebuah tekad yang kuat tidak akan memakan buah palapa hingga nusantara dapat disatukan// Namun masih adakah umat yang memiliki jiwa rela berkorban/ serta tekad yang kuat demi membela saudaranya yang tertindas?// Waallahu’alam Bishowab///

Edisi Senin, 5 Januari 2009

Peduli Palestina Tak Sekedar Kata

Sahabat / Palestina menangis/ di hari terakhir tahun hijriah 1429 untuk kesekian kalinya Palestina harus merasakan kekejian Israel/ pembantaian terkeji yang pernah dilakukan penjajah Israel laknatullah selama 60 tahun terakhir// Israel memuntahkan 30 rudalnya kearah pemukiman warga gaza/ pada Sabtu/ 27 Desember 2008// Sekitar 320 jiwa meninggal dan lebih dari seribu orang lainnya terluka//

Seluruh dunia/ selain AS/ mengutuk serangan tersebut/sebagai kejahatan perang// Namun ironi Israel tidak menggubrisnya/ dan terus melancarkan serangan dalam tiga hari terakhir// Bahkan salah seorang pejabat senior Israel mengunkapkan/ Israel akan meningkatkan serangan ke Gaza/ dan kabinet Israel telah menyetujui hal tersebut serta berencana akan memobilisasi lebih dari 6.000 personil tentara cadangannya//

Sahabat / kemerdekaan adalah hak segala bangsa/ maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan/ karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan// Telah sekian lama Palestina menjadi negeri yang terjajah oleh bangsa Israel dengan paham Zionismenya// Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia/ sebagian besar penduduk Palestina juga Muslim// Ketika bencana tsunami Aceh dan gempa Bantul/ rakyat Palestina tidak segan memberi bantuan/ walaupun mereka dalam kondisi menderita// Bahkan pada awal kemerdekaan Indonesia/ ketika Palestina tengah berhadapan dengan Inggris/ Syekh Muhammad Amin Al-Husaini/ Mufti Besar Palestima sangat bersimpati dan membantu perjuangan bangsa Indonesia/ dengan memberikan seluruh uang yang dimilikinya di bank diberikan kepada Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia//

Masihkah kita memiliki hati dan rasa malu/ melihat saudara seakidah/ saudara yang telah banyak berjasa pada bangsa Indonesia dan sesama manusia yang terinjak-injak hak hidupnya// Bahkan negara-negara komunis seperti kuba mengutuk tindakan keji tersebut// Sementara itu kita secara sadar maupun tidak telah turut menyumbang butir demi butir peluru untuk membunuh bayi-bayi tak berdosa dengan menggunakan produk-produk zionis// Ekomomi Islam telah membuktikan dapat menggucangkan ekonomi kapitalis dengan perbangkan syariah yang menjamur di negara eropa sehingga melemahkan perekonomian Amerika antek Isael//

Sahabat / Doa adalah salah satu senjata kaum muslim/ namun adakah terucap kata untuk saudara-saudara di Palestina dalam doa-doa kita?// Selemah-lemah iman dalam mencegah kemungkaran ialah dengan mengingkari dalam hati// Memang tidak sulit mengecam dengan kata-kata/ namun Israel rupanya telah tuli// Peduli Palestina tak sekedar kata// Selagi masih ada kesempatan dalam hidup/ dan kita masih memiliki tangan dan kaki untuk dapat berbuat/ untuk sekedar menggalang dana/ mencegah penggunaan produk-produk pendukung zionis dimulai dari diri sendiri// Atau bahkan bagi jiwa-jiwa perindu syahid di jalan-Nya dapat berjuang dengan tetesan peluh atau darah di negeri para nabi// Namun masihkah hati kita tersentuh melihat kekejian zionis/ dan raga tergerak untuk menghentikan kedzoliman Israel laknatullah?// Wallahu’alam Bishowab///

Edisi Selasa, 30 Desember 2008


Pemilu untuk rakyat, berlomba meraih suara terbanyak

Sahabat / menjelang dilaksanakannya pemilu 2009 yang hanya sekitar 3 bulan lagi/ membuat para calon anggota legislatif semakin sibuk mempersiapkan hal-hal yang terkait dengan pemilu// Salah satu persiapan yang saat ini banyak dilakukan adalah/ bagaimana agar mendapatkan suara sebanyak-banyaknya dari rakyat// Sebab sejak Mahkamah Konstitusi- MK mengabulkan uji materiil atau judicial review/ pasal 214 Undang-undang Nomor 10 tahun 2008/ tentang penghapusan mekanisme nomor urut menjadi suara terbanyak// Maka nomor urut tidak menjadi masalah/ selama sang caleg dapat mencapai kuota suara 30% persen//

Sahabat / Dihapuskanya sistem nomor urut calon Anggota Legislatif- caleg tahun 2009/ menimbulkan beragam reaksi/ ada yang pro dan tentunya ada pula yang kontra// Reaksi tersebut banyak disuarakan oleh pihak-pihak yang mempunyai kepentingan// Muhamad Sholeh/ sebagai pihak yang mengajukan gugatan/ mengaku bahagia dengan keputusan tersebut/ karena kedepan caleg akan berjuang keras untuk mendapatkan kursi// Senada dengan Soleh/ Anas Urbaningrum dan Mahfudz Sidiq/ dari fraksi demokrat dan PKS juga mendukung langkah tersebut// Mekanisme suara terbanyak setidaknya lebih adil/ karena hal tersebut benar-benar mencerminkan suara rakyat// Demokrasi untuk rakyat/ dan Pemilu untuk rakyat//

Sementara itu sahabat / pendapat yang berbeda disampaikan Sekjen PPP- Irgan Chairul Mahfidz/ dan sekjen PDIP–Pramono Anung/ keputusan tersebut menyebabkan partai yang tidak menerapkan kebijakan tersebut kerepotan// Sebab mereka harus kembali merubah strategi yang telah ditetapkan// Pada strategi nomor urut mereka berusaha untuk menyebarkan kadernya dengan nomor kecil pada beberapa wilayah/ sebagai sebuah bentuk penghargaan atas kontribusi kader terhadap partai// Meskipun mereka tidak mempunyai kedekatan secara geografis dengan pemilih//

Sahabat / kekhawatiran terjadinya kapitalisme demokrasi dengan suara terbanyak/ sesungguhnya dapat dipatahkan// Jika sejak awal partai menggunakan proses seleksi caleg yang tepat/ tidak hanya berdasarkan seberapa besar logistik atau dana yang disumbangkan// Disisi lain penghapusan sistem nomor urut akan menjadi sebuah tantangan bagi kaum perempuan yang mendapat kuota 30% untuk dapat bersaing secara fair dengan kaum adam// Saatnya untuk berlomba dalam memberikan yang terbaik bagi rakyat/ dengan sekuat tenaga menjaring suara/ tanpa rasa cemas dengan nomor urut yang besar//

Sebuah kesempatan berlomba sahabat / berlomba dalam meraih sebanyak-banyanya kepercayaan rakyat// Tidak sekedar “meraih hati rakyat”/ sebab setiap amanah akan dimintai pertanggungjawaban// Untuk apa jika saling berlomba namun pada akhirnya murka Sang Maha Kuasa yang didapatkan/ sebab segala cara menjadi halal demi meraih kekuasaan//Pemilu untuk rakyat/ perlombaan meraih suara terbanyak/ menggapai ridha-Nya ataukah murka Sang Maha Kuasa?// Wallahu ‘alam Bishowab///

Edisi Kamis 25 Desember 2008

Potret Buram Senayan

Sahabat / semarak kampanye masih terus berlangsung menunggu saat klimaks menjelang April 2009// Berbagai upaya dilakukan/ untuk memperebutkan kursi Dewan Perwakilan Rakyat di Senayan Jakarta// Begitu banyak dana dan energi yang dicurahkan/ namun apa yang terjadi ketika kursi empuk wakil rakyat yang terhormat telah didapat?// Bayangkan/ tingkat kehadiran para wakil rakyat kita ini/ sejak Oktober 2004 hingga Desember 2008/ hanya mencapai 78 %// Ini artinya/ rata-rata sekitar 100 orang anggota dewan/ tidak hadir dalam sidang paripurna// Ini/ belum termasuk dengan kegemaran mereka yang membaca koran/ jalan-jalan berbungkus kunjungan kerja/ atau melakukan aktifitas lain yang tidak berhubungan dengan agenda sidang/ bahkan/ hingga tertidur dengan nyenyak di ruang sidang yang sejuk dan nyaman//

Ironi sahabat / pajak serta retribusi yang dikumpulkan dari tetes demi tetes keringat rakyat/ yang digunakan untuk memberikan dukungan gaji serta tunjangan kepada para wakil rakyat ini/ kini terbukti sia-sia// Bayangkan/ lebih dari 40 juta rupiah uang rakyat mengalir perbulannya/ untuk dapat memberikan fasilitas dan tunjangan kepada para anggota dewan// Bahkan dana tunjangan komunikasi intensif dan dana penyerapan aspirasi masyarakat/ mencapai 660 juta rupiah// Sungguh ini adalah deret angka yang begitu besar/ bagi rakyat yang kini tengah dirundung cobaan// Peluh-peluh rakyat kecil dalam setiap sen pendapatan negara pun/ menguap bersama udara sejuk yang menerpa kursi-kursi kosong di gedung MPR/DPR di senayan//

Sahabat / Sikap dan tindakan anggota dewan tersebut/ tentu melanggar peraturan Kode Etik Dewan yang mereka buat sendiri// Ketentuan dalam rapat DPR RI yang tertuang dalam Pasal 6 Bab IV menyatakan/ Anggota harus mengutamakan tugasnya/ dengan cara menghadiri secara fisik setiap rapat yang menjadi kewajibannya// Selain itu/ ketidakhadiran anggota secara fisik sebanyak tiga kali berturut-turut dalam rapat sejenis dan tanpa ijin dari Pimpinan Fraksi/ merupakan suatu pelanggaran kode etik// Lantas/ bagaimana DPR dapat menjalankan fungsi legislasi/ anggaran/ dan fungsi pengawasan dengan baik?/ jika rata-rata hampir 20% anggotanya/ bolos dari tanggung jawabnya untuk menghadiri rapat/ untuk kepentingan ”rakyat Indonesia”?//

Sahabat / meskipun pengumuman anggota legislatif yang suka membolos mendapat dukungan Ketua DPR –Agung Laksono/ namun untuk dapat melakukan hal tersebut/ pimpinan DPR harus mendapatkan lampu hijau dari Dewan Kehormatan/ serta seluruh Fraksi DPR// Padahal/ hampir seluruh fraksi di senayan/ melakukan “korupsi waktu” yang sama// Empat Fraksi yang menyatakan dukungan yaitu PPP/ PKS/ Demokrat dan PKB/ pasti akan menghadapi tantangan yang cukup berat// Apalagi/ PDIP dengan lantang menyatakan menolak usulan ini/ dengan alasan anggota dewan bukanlah karyawan// Para anggota dewan/ juga memiliki segenap aktifitas lain di luar/ termasuk untuk mengunjungi konstituen mereka// Dengan dalih inilah/ mereka menganggap ketidakhadiran mereka dalam sidang dan rapat karena jadwal bentrok/ adalah satu hal yang lumrah//

Sahabat / perjalan menuju pengumuman daftar para wakil rakyat yang hobby membolos/ nampaknya memang akan panjang dan berliku// Apalagi/ bila tidak ada ketegasan dari mereka yang berwenang// Maklum/ Badan Kehormatan mengaku tidak dapat berbuat banyak/ karena penindakan baru akan dilakukan/ jika ada keluhan dan laporan dari masyarakat// Belum lagi/ jarang atau bahkan memang tidak ada/ partai politik yang memberikan sanksi/ kepada para kadernya yang sering mangkir dari kewajiban meraka// Bilakah mereka menjadi jera/ bila “kenakalan-kenakalan” tersebut/ hanya menjadi catatan dalam secarik kertas tanpa sebuah sanksi yang tegas?// Karena tanpa sanksi yang tegas/ pengumuman nama-nama anggota dewan ini pun/ tak akan membawa banyak perubahan//

Sahabat / Sesungguhnya dimumkannya “rapor membolos wakil rakyat” ini/ dapat menjadi catatan bagi rakyat/ untuk menentukan pilihan pada pemilu 2009 mendatang// Berharap/ mereka yang telah terbukti gagal menjalankan amanah mereka sebagai wali rakyat/ akan terdepak jauh dari daftar pilihan// Jadi sahabat / siapakah wakil rakyat yang layak untuk menyampaikan aspirasinya untuk lima tahun kedepan?// Jawabannya/ semua bergantung pada kita// Karena kini/ di tangan kitalah/ melalui pemilu mendatang/ masa depan bangsa ini berada// Akankah kita terjatuh pada lubang yang sama/ dengan memilih legislator yang gemar membolos?// Wallahu’alam Bishowab///

Film Vulgar dan Perang Pemikiran

Sahabat / industri perfilman Indonesia sedang berkembang/ terlihat dari membanjirnya film –film dalam negeri// Namun ada sebuah fenoma yang sedikit membuat gerah sebagaian orang/ yakni dengan maraknya film-film yang mengeksploitasi seks// Bahkan sepanjang tahun 2008 muncul film dengan judul-judul “vulgar” seperti Mas Uka Ms Ukin/ Xtra Large/ MBA atau Married By Accident/ hingga Anda Puas Saya Loyo// Bumbu-bumbu seks di gunakan untuk menarik perhatian pasar penonton bioskop//

Sebuah gejala yang memprihatinkan sahabat / film-film dengn judul serta cerita berbau eksplotasi seks pernah marak di era tahun 80// Ketika itu pemerintah represif terhadap segala hal/ termasuk dalam dunia perfilman// Pemilik modal menjadi penentu arah film akan mengalir kemana/ secara bisnis tentunya pemilik modal menginginkan keuntungan dengan film yang laku// Namun sayang parameter film laku tidak jelas// Ketika marak film hantu/ amak beramai-ramai membuat film hantu/ dan ketika film berbau seks marak maka beramai membuat film seks//

Sahabat / gejala yang sama juga pernah terjadi di dunia perfilman di tahun 90an/ yang pada akhirnya mengakibatkan dunia perfilaman mati suri// Maraknya film dalam negeri yang banyak berbumbu seks/ mengakibatkan kejenuhan dan ketidaknyamanan para penonton/ sehinga penonton beralih ke film luar negeri atau sinetron// Sebuah gejala yang menjadi tanda Tanya besar//

Padahal sahabat / jika hanya mengejar rating/ atau laku/ fakta yang terjadi bahkan berbeda// Film yang di buat dengan baik/ skenario yang baik/ sutradara yang baik/ serta muatan pesan moral/ bahkan menyedot jutaan penontong dan berbagai penghargaan seperti Ayat-ayat Cinta dan Laskar Pelangi// Meskipun menelan yang besar hingga 7 millyar rupiah seperti Laskar Pelangi/ hasil yang diperoleh pun tidak mengecewakan/ yakni penonton yang mencapai 4,4 juta penonton// Jika dengan hitungan sederhana 4 juta penonoton dengan harga tiket 20 ribu rupiah/ paling tidak sudah menghasilkan 80 millyar rupiah/ atau sekitar 10 kali dari modal awal//

Sahabat / entah hal apa yang menutup mata dan hati para pemilik modal// Atau memang penjajahan secara halus melalui perang pemikiran/ atau ghowzul Fikr/ sudah merambah hingga dunia perfilman// Dunia hiburan khusunya pefilman dijadikan alat propaganda untuk merusak mental dan karakter anak bangsa/ menjadi hamba-hamba syahwat// Terlena oleh gaya hidup hedonis//

Sahabat / kehidupan memang penuh dengan pilihan/ ketakwaan atau kekufuran menjadi pilihan dalam hidup// Sama halnya dalam memilih tontonan/ hanya sebagai sebuah hiburan semata yang mungkin menyesatkan/ atau memilih tontonan dengan pesan moral yang dapat menjadi tuntunan// Benarkah tontonan masyarakat menjadi cerminan budaya suatu bangsa?//Wallahu’alam Bishowab ///

Edisi Kamis, 18 Desember 2008


HIV/AIDS dan dusta tentang kondom

Sahabat / hari ini 1 Desember 2008 hampir diseluruh dunia memperingati hari Acquite Immunodeficiency Syndrome/ atau AIDS yang disebabkan Human Immunnodeficiency Virus/ atau HIV// Berbagai agenda diselnggrakan untuk mencegah penuluran dan memberikan kepedulian terhadap para penderita penyakit yang sampai saat ini belum ditemukan obat yang efektif untuk menyembuhkannya// Hari demi hari jumlah penderita HIV/ AIDS senantiasa meningkat// Hal yang cukup mengejutkan adalah/ Yogyakarta yang identik dengan kota pelajar mengalami peningkatan jumlah pengidap HIV/AIDS 10 kali lipat sejak 6 tahun lalu// Dari 20 orang menjadi 584 orang pada penghujung tahun 2008//

Peningkatan yang dasyat sahabat / bagi sebuah penyakit/ yang untuk sebagian orang identik dengan perilaku menyimpang// Penyakit tersebut menular melalui darah/ serum/ semen/ sputum/ dan sekresi vagina// Transfusi darah/ hubungan seksual/ injeksi jarum suntik yang terinfeksi hingga ibu hamil terhadap bayi menjadi jalan bagi HIV menyerang korbannya// HIV/ AIDS menyerang tanpa pandang bulu/ tidak hanya individu yang bersalah melakukan penyimpangan perilaku seksual ataupun narkoba/ istri yang mendapat ”oleh-oleh” dari suami yang ”jajan di luar’’/ penerima donor darah/ hingga bayi yang tidak berdosa//

Sahabat / berbagai upaya dilakukan untuk mencegah dan memberikan dukungan serta pendampingan// Pemerintah/ lembaga swadaya masyarakat/ hingga lembaga kemanusian internasional mengeluarkan tenaga dan biaya yang tidak sedikit// Kampanye penyadaran/ pencegahan/ dan pemeriksaan secara suka rela/ VCT dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama// Safe sex use Condom salah satunya kampanye tersebut//

Sebuah kedustaan menjadi jualan sahabat / berteriak kondom sebagai pencegah merebaknya HIV/AIDS// Padahal fakta ilmiah membuktikan/ kondom yang terbuat dari bahan lateks memiliki pori-pori 1/60 mikron dalam keadaan tidak merenggang// Sedangkan dalam keadaan merenggang lebar pori-pori kondom dapat mencapai 10 kali dari 1/60 mikron// Jadi saat normal pori-pori kondom dapat dimasuki 4 virus HIV dan saat regang 40 virus HIV dapat melenggang dengan tenang menembuh pori tersebut// Itu hanya satu pori-pori padahal satu kondom terdapat banyak pori-pori dan tentu saja pada saat dipakai pasti regang// Sebuah alasan untuk peningkatan laju 13-27% infeksi HIV/AIDS dengan penggunaan kondom//

Ironi sahabat / di saat budaya kebebasan seks tumbuh subur/ ketaqwaan yang kian tipis/ bahkan mungkin tidak ada/ kultur yang kian individualistis/ kontrol masyarakat semakin lemah/ kemiskinan yang kian menghimpit masyarakat dan maraknya industri prostitusi/ kondomisasi justru membuat masyarakat semakin berani melakukan perzinahan// Kondomisasi menawarkan keamanan semu// Membuat sebagian orang yang hendak menghentikan perilaku menyimpang/ kembali terjun bebas ke dalam lembah nista//

Sahabat / dosa apa yang membuat bayi mungil harus terinfeksi HIV/ AIDS// Memang penyakit tidak selalu berkaitan dengan murka Sang Maha Kuasa/ terkadang penyakit menjadi ujian keimanan dan penggugur dosa bagi Hamba yang iklhas tanpa melupakan ikhtiar// Memang bukan perkara mudah/ menahan rasa sakit hidup tanpa kekebalan tubuh terhadap penyakit/ dan stigma negatif dengan perlakuan diskriminatif bagi para pengidap HIV/AIDS// Selalu ada himah dibalik setiap peristiwa/ namun sudahkah kita mengambil hikmah untuk menggapai cinta dan mencegah murka-Nya ?// Wallahua’lam Bishowab///

Edisi Senin, 1 Desember 2008

Blog…pisau bermata dua

Sahabat / berkembangnya teknologi informasi berimbas dalam berbagai sisi kehidupan kita// Salah satunya adalah jaringan internet /yang seakan menghilangkan batas ruang dan waktu bagi seluruh individu di dunia// Manusia memang memiliki kekhasan dan kebutuhkan untuk mengekspresikan dan mengaktualisasikan diri// Sebagian indivu yang telah familiar dengan teknologi informasi saat ini/ telah membuka diri dengan menuangkan ekpresinya di dalam dunia maya// Blog adalah salah satu media yang digunakan oleh para blogger/ sebutan bagi pengguna weblog atau blog//


Sahabat / blog dengan para bloggernya berkembang menjadi komunitas yang semakin besar dari tahun ke tahun// Dengan semakin besarnya komunitas tersebut/ pengaruh dan kekuatannya pun semakin berkembang// Bahkan pada pemilu Amerika Serikat beberapa waktu lalu/ presiden terpilih -Barrack Obama-/ berhasil memanfaatkan keberadaan blogger untuk meningkatkan popularitas//

Sahabat / berkembangnya blog dengan kemudahan layanan dan kebebasan berekspresi menunculkan berbagai konsekuensi// Beberapa blogger memetik keuntungan secara finansial dari blog yang dimilikinya// Blogger lainnya berhasil mewujudkan cita-citanya menerbitkan tulisannya dalam sebuah buku// Namun konsekuensi tersebut tidak selalu positif// Beberapa waktu lalu sempat terjadi kontroversi akibat pemuatan foto Kepala negara yang dianggap mencemarkan nama baik// Dan kasus terbaru adalah pemuatan kartun berbahasa Indonesia yang menistakan Nabi Muhammad//

Dilema sahabat / disatu sisi dapat memunculkan kreatifitas dan keuntungan/ namun di sisi lain dapat merugikan bahkan membahayakan// Lantas bagaimana mengatur serta mengontrol blog sebagia sebuah media dengan berbagai konsekuensi positif serta negatif tersebut?// Blog ibarat pisau bermata dua// Pemerintah telah menetapkan UU No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik// Namun ibarat menutupi matahari dengan telapak tangan// Sangat sulit untuk mengawasi kurang lebih 600 ribu blogger yang ada di tanah air/ hanya dengan jumlah pegawai pemerintah yang terbatas//

Kembali pada niat sahabat / berbekal niat mulia sesama blogger saling mengontrol// Bapak Blogger Indonesia berhasil menghentikan blog kontroversial yang mencemari komunitas blogger dengan melaporkan kepada penyedian layanan blog// Semoga proses saling mengingatkan dan mencegah kemungkaran juga dapt terwujud dalam dunia maya// tidak hanya terwujud di dalam dunia nyata// Amin..Amin… Ya Robbal Alamin///

Edisi Jumat, 28 November 2008