Sahabat / 24 hari menjelang pemilihan umum anggota legislatif/ iklim perpolitik Indonesia semakin menghangat dengan berbagai kunjungan dan silaturahmi antar tokoh dan partai politik// Salah satu penyebab hal tersebut adalah keputusan Mahkamah Konstitusi/ yang mengharuskan capres di dukung oleh minimal suara 25 persen suara nasional atau 20 persen kursi parlemen// Hal tersebut memunculkan kegelisahan tersendiri/ bahkan kegeliasan tersebut melanda partai-partai besar seperti PDIP/ Golkar/ dan Demokrat// Untuk mencapai syarat capres tersebut/ para tokoh partai gencar melakukan pendekatan/ sehingga semakin menguatkan wacana koalisi//
Wacana koalisi tersebut memunculkan berbagai blok capres/ mulai dari blok S kubu SBY/ blok M kubu Megawati/ blok J kubu Jusuf Kalla/ hingga blok alternatif yang diinisiasi oleh tokoh PAN –Amien Rais// Padahal masing-masing partai telah menetapkan bahwa penentuan koalisi dan calon presiden/capres menunggu hasil pemilihan anggota legislatif 9 April mendatang//
Sahabat / sistem pemerintahan presidensil dan multipartai/ menimbulkan keniscayaan sebuah koalisi// Koalisi dibutuhkan untuk menciptakan pemerintahan yang efektif/ yang mempunyai kekuatan politik selama paling tidak lima tahun dalam periode pemerintahan// Sebab untuk mempertahankan stabilitas politik dibutuhkan dukungan parlemen yang signifikan/ supaya langkah-langkah yang diambil pemerintahan dapat berjalan//
Namun/ koalisi tanpa sebuah dasar yang kuat/ yang terjadi hanya pembagian kekuasaan layaknya politik dagang sapi// Habis manis sepah dibuang// Ketika manis berkoalisi habis/ masing-masing hanya bermanis mulut tetap bersahabat meskipun realitanya gejolak terus terjadi// Jadi koalisi dan wacana koalisi yang ada saat ini masih pada dataran koalisi ad hoc/ yang mengarah pada kepentingan jangka pendek/ pemenangan pemilu/ dan pemerintahan// Belum pada koalisi strategis yang bertujuan menciptakan pemerintahan yang efektif/ guna mensejahterakan rakyat/ hanya ambisi kekuasaaan masing-masing partai politik dan tokoh-tokohnya//
Sahabat / sesunguhnya berbagai pertemuan yang terjadi diantara para elit politik tersebut hanyalah sebuah penjajakan koalisi/ bukan koalisi// Jika partai poltik memang menginginkan koalisi strategis/ maka koalisi haruslah dibangun dari sinergisitas visi misi maupun ideologi guna mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia yang adil makmur// Namun/ dapatkan partai politik beserta elit politiknya mau mengalahkan egonya guna kepentingan bangsa yang lebih besar dengan koalisi strategis untuk rakyat?// Wallhua’lam Bishowab///
Tidak ada komentar:
Posting Komentar