Jumat, 13 Maret 2009

HIV/AIDS dan dusta tentang kondom

Sahabat / hari ini 1 Desember 2008 hampir diseluruh dunia memperingati hari Acquite Immunodeficiency Syndrome/ atau AIDS yang disebabkan Human Immunnodeficiency Virus/ atau HIV// Berbagai agenda diselnggrakan untuk mencegah penuluran dan memberikan kepedulian terhadap para penderita penyakit yang sampai saat ini belum ditemukan obat yang efektif untuk menyembuhkannya// Hari demi hari jumlah penderita HIV/ AIDS senantiasa meningkat// Hal yang cukup mengejutkan adalah/ Yogyakarta yang identik dengan kota pelajar mengalami peningkatan jumlah pengidap HIV/AIDS 10 kali lipat sejak 6 tahun lalu// Dari 20 orang menjadi 584 orang pada penghujung tahun 2008//

Peningkatan yang dasyat sahabat / bagi sebuah penyakit/ yang untuk sebagian orang identik dengan perilaku menyimpang// Penyakit tersebut menular melalui darah/ serum/ semen/ sputum/ dan sekresi vagina// Transfusi darah/ hubungan seksual/ injeksi jarum suntik yang terinfeksi hingga ibu hamil terhadap bayi menjadi jalan bagi HIV menyerang korbannya// HIV/ AIDS menyerang tanpa pandang bulu/ tidak hanya individu yang bersalah melakukan penyimpangan perilaku seksual ataupun narkoba/ istri yang mendapat ”oleh-oleh” dari suami yang ”jajan di luar’’/ penerima donor darah/ hingga bayi yang tidak berdosa//

Sahabat / berbagai upaya dilakukan untuk mencegah dan memberikan dukungan serta pendampingan// Pemerintah/ lembaga swadaya masyarakat/ hingga lembaga kemanusian internasional mengeluarkan tenaga dan biaya yang tidak sedikit// Kampanye penyadaran/ pencegahan/ dan pemeriksaan secara suka rela/ VCT dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama// Safe sex use Condom salah satunya kampanye tersebut//

Sebuah kedustaan menjadi jualan sahabat / berteriak kondom sebagai pencegah merebaknya HIV/AIDS// Padahal fakta ilmiah membuktikan/ kondom yang terbuat dari bahan lateks memiliki pori-pori 1/60 mikron dalam keadaan tidak merenggang// Sedangkan dalam keadaan merenggang lebar pori-pori kondom dapat mencapai 10 kali dari 1/60 mikron// Jadi saat normal pori-pori kondom dapat dimasuki 4 virus HIV dan saat regang 40 virus HIV dapat melenggang dengan tenang menembuh pori tersebut// Itu hanya satu pori-pori padahal satu kondom terdapat banyak pori-pori dan tentu saja pada saat dipakai pasti regang// Sebuah alasan untuk peningkatan laju 13-27% infeksi HIV/AIDS dengan penggunaan kondom//

Ironi sahabat / di saat budaya kebebasan seks tumbuh subur/ ketaqwaan yang kian tipis/ bahkan mungkin tidak ada/ kultur yang kian individualistis/ kontrol masyarakat semakin lemah/ kemiskinan yang kian menghimpit masyarakat dan maraknya industri prostitusi/ kondomisasi justru membuat masyarakat semakin berani melakukan perzinahan// Kondomisasi menawarkan keamanan semu// Membuat sebagian orang yang hendak menghentikan perilaku menyimpang/ kembali terjun bebas ke dalam lembah nista//

Sahabat / dosa apa yang membuat bayi mungil harus terinfeksi HIV/ AIDS// Memang penyakit tidak selalu berkaitan dengan murka Sang Maha Kuasa/ terkadang penyakit menjadi ujian keimanan dan penggugur dosa bagi Hamba yang iklhas tanpa melupakan ikhtiar// Memang bukan perkara mudah/ menahan rasa sakit hidup tanpa kekebalan tubuh terhadap penyakit/ dan stigma negatif dengan perlakuan diskriminatif bagi para pengidap HIV/AIDS// Selalu ada himah dibalik setiap peristiwa/ namun sudahkah kita mengambil hikmah untuk menggapai cinta dan mencegah murka-Nya ?// Wallahua’lam Bishowab///

Edisi Senin, 1 Desember 2008

Tidak ada komentar:

Posting Komentar